Penjualan aneka kue kering untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri di Pasar Jatinegara mengalami kenaikan. Kenaikan diperkirakan mencapai 200 hingga 300 persen. “Penjualan kue kering untuk Lebaran sudah meningkat, kemungkinan akan naik lagi jelang Lebaran,” kata pemilik salah satu kios kue, Petrus, di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (23/7/2012).

Menurut Petrus, puncak kenaikan penjualan kue kering akan terjadi sekitar minggu kedua Ramadhan. Pasalnya, sebagian besar kue yang dibeli oleh konsumen akan dijadikan oleh-oleh saat mereka bermudik. Sebelum Ramadhan hingga saat ini, penjualan kue kering sudah terlihat mengalami peningkatan, yaitu sekitar 30 persen dari hari biasa, kata dia.

Angka ini dikatakan terus melambung hingga mendekati Hari Idul Fitri 2012. Ia mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan penjualan, pedagang juga telah menyiapkan stok kue kering. Selain itu dia juga menambah pegawai dari 8 orang pada hari biasa menjadi 17 semasa Ramadhan. Dengan demikian, dirinya tak tidak kewalahan saat konsumen berdatangan ke tokonya.

Konsumen biasanya membeli kue kering dalam jumlah yang banyak mulai dari ons dan kilogram. Penimbangan kue yang dilakukan pada zaman modern ini menggunakan timbangan digital atau umumnya timbangan counting yang tentunya dari penimbangan berat kue sangat akurat sehingga tidak merugikan konsumen dalam pembelian.

Sementara itu pegawai toko kue, Tiwi, mengatakan, kios kue kering kerap melayani penjualan grosir yang ditujukan untuk pedagang lain di sejumlah daerah di Jakarta. Harga kue kering di Jatinegara dijual mulai dari Rp 22.000 – Rp 160.000 ribu per kilogram. Saat ini, kue yang menjadi favorit, antara lain, kue nastar, kastengel dan kue lidah kucing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *