Elpiji merupakan energy kebutuhan rumah tangga saat ini sebagai pengganti minyak tanah yang diperkirakan akan habis jika tidak diganti. Berat elpiji yang tersedia di pangkalan elpiji terdiri dari 3 kg, 12 kg dan 50 kg. Namun sayangnya, banyak elpiji yang dikurangi takarannya oleh pangkalan ‘nakal’ untuk mengambil keuntungan, untuk itu sangat dibutuhkan timbangan seperti himbauan dari Pertamina berikut.

Manado, 7/7 (ANTARA) – Sales Area Manager Elpiji Pertamina Manado, Isfahani mengimbau agar pangkalan penjual elpiji tiga kilogram menyediakan timbangan sebagai alat takar. “Dalam daftar ada sekitar 691 pangkalan elpiji yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, yang melakukan konversi minyak tanah ke gas. Kami imbau agar mereka dapat menyediakan timbangan,” kata Isfahani, di Manado, Sabtu.

Menurut dia, ketersediaan timbangan ini untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen, bahwa elpiji yang diterima sesuai dengan berat maksimumnya yaitu delapan kilogram. “Berat tabung sekitar lima kilogram. Bila ditambah dengan gas elipiji yang diisi ulang tiga kilogram, berat bersihnya delapan kilogram,” ungkapnya.

Dia mengatakan, konsumen masih mengeluh karena tabung gas yang diterimanya terasa ringan dan kurang dari berat maksimal delapan kilogram. Dengan tersedianya alat takar ini, dia mengharapkan keluhan konsumen semakin berkurang karena konsumen sendiri yang menakar sebelum dibawa pulang.

“Kalau memang jumlahnya cukup banyak, pangkalan bisa mengembalikannya ke agen SPBE untuk diganti sehingga tidak rugi. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji juga akan kami perhatikan,” katanya. Meski demikian, dia berharap pangkalan tidak menempatkan tabung gas elpiji terpapar sinar matahari langsung karena bisa mempengaruhi isi tabung.

“Kalau dibiarkan terus-menerus terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama, pasti isinya akan berkurang. Karena itu kami akan mengirimkan surat himbauan kepada agen untuk diteruskan kepada pangkalan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *