BERITA LUAR (BALITAR), situsriau.com -Bupati Rohul Drs H Achmad MSi mengunjungi pengembangan peternakan domba dan kambing Green Farm Indonesia di Kota Bilitar Provinsi Jawa Timur, Sabtu (7/6).

Kunjungan itu, bertepatan dalam acaraPekan Nasional (Penas) ke XIV Petani dan Nelayan tahun 2014 di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Terlihat hadir mendampingi Kepala Dinas Perikanan dan PeternakanRohul (Disnakan) Drs Marjoko, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Rohul Ir H Sri Hardono MM, Kabag Humas Setda Rohul Aulia Army Effendi SSTP MSi.Usaha peternakan domba dan kambing Greeen Farm Indonesia yangberlokasi di Jalan Ciliwung Kota Blitas, ternyata tidak hanya fokus pada hasil produksi hewan tapi sudh lebih maju lagi dengan konsep integrasi atau terpadu.

Di peternakan domba pedaging atau jenis Merino tersebut, ada ratusanekor Domba dan Kambing telah berhasil dan telah dapat memenuhikebutuhan daging di daerah tersebut.Selain daging, bulu dari domba menjadi tambahan pemilik peternakan domba dan kambing telah mempunyai pangsa pasar.Bupati Rohul, langsung meninjau kelokasi pembibitan di dampingi pemilik peternak domba dan kambing yaitu Agus Wawan juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia(HPMI) Kota Blitar.

Tidak hanya pembibitan, juga dilakukan pengembangbiakan danpemamfaatan bulu domba jenis Merino serta tempat pelatihan peternakan domba dan kambing diintegrasikan dengan pertanian organik” Dilokasi peternakan domba jenis Merino ini, tidak hanya fokuspengembangan itu saja, tapi juga kambing dilakukan secara professional, mulai dari pembibitan, pengembangan hingga pemasaran dan memiliki pelanggan tetap,” ungkap Bupati Rohul Drs H Achmad MSi.

Usai meninjau peternakandomba dan kambing di Kota BlitarBupati mengaku, dari peninjauan langsung pengembangan ternak domba jenis Merino tersebut, usaha peternakan sangat baik dan telahmenggunakan teknologi.” Di sini kita mempelajari itu (Pengembangan ternak domba merino), karena bagaimanapun, kebutuhan daging di Riau itu 70 persen dipasok dari luar, ini peluang usaha bagi masyarakat mengembangkan peternakan. Jadi sambil menghadiri Penas XIV KTNA diMalang, kita mamfaatkan meninjau objek ekonomi kerakyatan nanti bisa dikembangkan di Rohul,” ujarnya.

Sebut, Bupati Domba jenis Merino, secara fisik jauh lebih besar dari pada domba lokal di Indonesia, karena domba Merino tergolong jenis domba Pedaging, selain menghasilkan daging juga bisa diambil bulunya, ini dapat membuka peluang usaha sangatmenjanjikan.” Jika kita lihat di peternakan Domba jenis merino ini, dalam usia 8 bulan, berat domba bisa mencapai 140-150 Kg tentu ini peluangnya cukup bagus, dalam memenuhi kebutuhan daging dan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Sementara itu, Agus Wawan pemilik peternakan domba dan kambing menyebutkan, usaha peternakan dan domba Green Farm Indonesia yang dikembangkannya di Kota Blitar, tidak fokus pada hasil produksi hewan, tapi peternakan dibangun dintegrasikan dengan pertanian organik.Sehingga limbah peternakan bisa bermamfaat tanpa ada terbuang, begitu pula sebaliknya limbah pertanian akan kembali dimamfaatkan sebagai pakan kambing dan domba.”

Pakan domba Merino ini tidak sulit, hewan berhabitat di Australia itu memakan segala daun, batang dan rumput, modal utama untuk pengembangan ternak Domba Merino ini, petani mempunyai minat, jika sudah muncul minatnya, usaha ini akan mudah, kita sudah sampaikan dengan panjang lebar kepada pak Bupati Rohul, domba ini memiliki banyak kelebihan,” tambahnya. Menimbang berat Domba menggunakan Portable Animal Scale memudahkan untuk menimbang Domba di Peternakan Kota Blitar. 

Timbangan Portable Animal Scale memiliki keunggulan :

  1. Konstruksi kuat dengan system knock down yang memudahkan dalam pemasangan dan perawatan, sewaktu-waktu mudah dipindahkan.
  2. Kedudukan load cell sangat aman terlindungi dari air dan kotoran
  3. Tingkat goncangan sangat kecil, hingga mengurangi tingkat stress hewan saat penimbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.