MANGUPURA, NusaBaliNamun, setelah ada kajian secara mendalam, Pasar Hewan Beringkit di bawah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana, bakal menggunakan timbangan digital secara permanen.

Selama ini, Pasar Hewan Beringkit sudah memiliki dua model timbangan. Hanya, seiring berjalannya waktu penggunaan timbangan manual lebih sering dipergunakan untuk menimbang sapi yang akan ditransaksikan. Belakangan, menghindari adanya kecurangan saat menggunakan timbangan manual, muncul desakan agar memaksimalkan timbangan digital. Supaya hasil timbangan lebih akurat, sehingga tidak merugikan peternak.

Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Made Sukantra, Selasa (5/3) mengatakan, pengujian timbangan digital sudah dilakukan dengan disaksikan langsung Dewan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. Pengujian timbangan digital langsung dengan menimbang seekor sapi.  “Hasil pengujian tidak ada perbedaan dengan timbangan manual,” ungkapnya.

Sukantra pun memastikan, lantaran tidak ada perbedaan saat menggunakan timbangan manual dan timbangan digital, maka pihaknya memutuskan akan menggunakan timbangan digital secara permanen. “Kami rancang penggunaan timbangan digital dimulai tanggal 12 Maret mendatang,” tegasnya sembari menyatakan bakal menyosialisasikan lebih lanjut penggunaan timbangan digital ini kepada para peternak sapi.

Selain memastikan penggunaan timbangan digital, hari pasaran di Pasar Hewan Beringkit juga bakal ditambah. “Kalau sebelumnya pasaran hewan hanya hari Rabu dan Minggu, kini ditambah lagi hari Selasa dan Sabtu,” ungkap Sukantra yang resmi menjabat pada 6 Februari 2019 lalu tersebut.

Pada bagian lain, Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana AA Sagung Rosyawati, membenarkan telah melakukan pengujian timbangan digital di Pasar Hewan Beringkit. Setelah melalui proses pengujian, akhirnya diputuskan penggunaan timbangan digital secara permanen. “Ini sudah sesuai arahan dari pimpinan. Direksi diminta melakukan pembenahan kedalam, baik itu masalah kesekretariatan, SDM kepegawaian, serta melakukan evaluasi di unit-unit pasar,” katanya.

Begitu persoalan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) selesai, baru melangkah ke tahap diversifikasi usaha. Tentu saja, kata Rosyawati, semata-mata demi meningkatkan pendapatan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. “Pimpinan sudah memberikan arahan apa yang harus dilakukan,” tandasnya. *asa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.