Banyak sebagian yang masih asing dengan anak timbangan. Anak timbangan atau disebut batu timbangan merupakan sebuah alat timbangan berupa batu timbangan yang terbuat dari logam dengan berbagai macam kapasitas mulai dari 50 g, 100 g, 250 g, 500 g dan seterusnya. Biasanya anak timbangan digunakan di pasar-pasar tradisional.

Anak timbangan berfungsi untuk mengukur berat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging dan banyak lagi. Seterusnya apakah anak timbangan yang sudah dipakai sudah dikalibrasi dan sesuai standar anak timbangan. Untuk mengkalibrasi timbangan hal pertama yang harus dilakukan yaitu mentukan tingkat ketellititan timbangan yang akan dikalibrasi.

Penentuan tingkat ketelitian ini bertujuan untuk memilih anak timbangan standar yang digunakan untuk mengkalibrasi. Syarat utamanya ialah anak timbangan standar yang digunakan sudah dikalibrasi supaya menjamin rantai keterlusuran.

Sedangkan untuk menentukan anak timbangan standar yang digunakan untuk mengkalibrasi timbangan harus memenuhi persamaan berikut :

rumus_anak_timbangan.jpg

Nilai yang didapatkan kemudian dibandingkan dengan tabel acuan MPE (Maximum Permissible Errors) yang terdapat di OIML R111, 2004.

rumus_kalibrasi_timbangan.jpg

Dari tabel MPE dengan kapasitas timbangan adalah 200 g maka kelas anak timbangan yang cocok dengan hasil diatas berada pada kelas E2.

Jika anak timbangan standar yang digunakan dalam kalibrasi timbangan tidak menggunakan kelas sesuai dengan ketelitian timbangan, maka akan berimplikasi pada hasil Limit Of Performance (LOP) timbangan tersebut. Jika LOP-nya yang dihasilkan dari perhitungan besar, maka hal ini dipastikan karena anak timbangan standar yang digunakan tidak sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *